Tantangan baru disodorkan kepada saya. Oleh perusahaan, mulai hari ini, saya ditugasi merintis departemen baru, yakni penelitian dan pengembangan. Selalu, dengan senang hati tugas baru seperti ini saya terima. Saya percaya, pasti ada banyak pelajaran berharga di ladang baru. Apa itu? Itulah yang harus saya cari dan temukan.

Yang lucu, hampir bersamaan dengan perutusan ini, saya juga ketiban sampur menjadi tim litbang pada kepengurusan Forum Bahasa Media Massa (FBMM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.ngg

Dua-duanya baru, baru merintis, bukan meneruskan. Padahal, saya sendiri sama sekali tidak memiliki pengalaman di bidang ini. Terbayang untuk berkecimpung di sini saja tidak. Malah, sempat terlintas untuk menghindari pekerjaan macam begini.

Namun, ketika tantangan ini hadir di depan, saya tidak mau memilih, apalagi mengelak. Sikap saya langsung bulat: ambil! Tidak punya pengalaman? Ah, jangan kayak Soeharto, “Yang layak menjadi presiden hanyalah dia yang punya pengalaman menjadi presiden.” Buktinya, presiden-presiden di dunia yang nol pengalaman pun banyak yang berhasil. Bilakah saya?

Tidak tahu tugasnya apa? Ini memang repot. Tugas baru ini tanpa disertai deskripsi kerja yang jelas dan rinci. Baiklah, saya balik cara kerjanya. Saya terima tugas ini, dan saya susun deskripsi kerja saya sendiri untuk kemudian saya mintakan persetujuan. Untuk ini, saya bertanya ke sana kemari, ke teman-teman yang bekerja di libtang berbagai institusi. Untunglah, banyak teman baik yang membantu saya. Maklum, saya tidak menemukan cukup referensi yang memadai dan aplikatif tentang bidang ini.

Aha, bukankah nanti seperti itu pekerjaan saya? Mencari dan meneliti? Dari tidak tahu, mencari tahu, kemudian tahu? Ya, terbayang sudah cara kerjanya. Pakai saja cara kerja wartawan yang pernah saya gumuli. Sembari terus mencari cara kerja yang paling tangkas.

Jogja, 1 Januari 2010

AA Kunto A [aakuntoa@gmail.com]