Manusia kembali menjadi abu. Aku abu. Eksistensi tiada lagi.

Inilah asali. Aku dari ini, kembali ke ini.

Abu ini menjadi tanda, betapa lemahnya aku. Disulut api, dibakar nafsu, lumatlah aku.

Juga abu ini menjadi tanda, betapa baiknya semesta. Ia mau menerima kembali aku, yang mengkhianatinya. Sekalipun aku nista, semesta mau merengkuh. Abu ini melebur menjadi tanah, sebagai penyubur bagi makhluk-makhluk yang bertumbuh di atasnya. Abu jadi rabuk. Aku abu.

Dengan abu, aku menyangkal diri, satu syarat untuk menjadi pengikut Si Gondrong. Aha, ini tantangannya. Semoga aku mampu menyangkal diri. Sungguh-sungguh menjadi abu.