Minggu-minggu terakhir, saya banyak mendapat undangan untuk memberi pelatihan. Cukup lama saya absen dari aktivitas macam ini. Undangan-undangan itu seperti menjawab kerinduan saya. Ya, saya rindu kembali ke kelas, ikut serta menggodog sebuah laboratorium yang menggabungkan kerut otak, degup jantung, dan tegang otot.

Saya mencari arti kata seputar pelatihan di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI Edisi Ketiga, 2002), dan menemukan beberapa hal yang menarik.

Latihan. hasil berlatih.

Berlatih. belajar dan membiasakan diri agar mampu (dapat) melakukan sesuatu.

Melatih. mengajar seseorang dsb agar terbiasa (mampu) melakukan sesuatu.

Pelatihan. proses, cara, perbuatan melatih.

Selain, KBBI, saya juga melirik Tesaurus Bahasa Indonesia (Gramedia, 2006) karangan Eko Endarmoko.

Latihan. bimbingan, edukasi, kursus, les, pelajaran, pendidikan, sasana.

Berlatih. belajar, membiasakan, sparing.

Melatih. membudayakan, memimpin, mengemong, menempa, menggembleng, melampas.

Pelatihan. penataran, pembibitan, training.

Bukan karena saya sudah mumpuni hingga saya berani melatih. Bukan. Justru karena belum mumpuni itulah, saya mengasah diri di depan orang lain. Seperti pendekar, kemampuan laganya ditentukan oleh banyaknya menjajal arena, menguji pertandingan. Meski bukan pendekar, namun saya merasa perlu mengasah diri. Supaya lebih tajam, lewat transfer pengalaman pada orang lain. Dengan memberi, saya menerima. Itu kata bijak pegangan saya. Dengan melatih, saya makin terlatih, terasah. Ilmu saya tidak berkurang, justru makin landep.

Dan undangan-undangan itu menjadi ajang penggemblengan diri saya. Dengan memberi pelatihan tentang analisis sosial, saya menjadi semakin peka terhadap fenomena sosial di dunia, kait-kaitannya, dan dampaknya. Dengan memberi pelatihan tentang keorganisasian, saya makin memahami pentingnya efiensi di balik bangunan struktur kerja. Tentang goal yang harus dicapai, tentang cara bersinergi antarkekuatan. Dengan memberi pelatihan tentang kewartawanan dan kepenulisan, saya makin mawas dalam memilin ide dan menembak sasaran perubahan. Jari-jari saya makin berkarib dengan pikiran dan perasaan, dengan kognisi dan afeksi. Pelatihan-pelatihan itu semakin membadankan kemampuan konasi saya.
Latihan. Berlatih. Melatih. Dialektika kematangan.