Pulang lebih awal, di bulan puasa ini, kantor saya melangsungkan kegiatan karitatif: membagi-bagi ratusan nasi bungkus untuk para gelandangan dan fakir miskin. Baru tahun keempat. Setiap karyawan ambil bagian. Ada yang memasak minuman, ada yang menyiapkan makanan. Untuk makanan, kami pesan dari luar, tidak memasak sendiri.

Sore ini jatah saya.

Saya sadar, kegiatan karitatif seperti ini tidak banyak mengubah keadaan. Mereka yang miskin tetap akan miskin. Mereka akan tetap meminta-minta kendati sudah diberi. Untuk mengubah, butuh gerakan struktural yang lebih mendasar dan strategis. Level politis. Dan kami sudah melakukannya, pada lingkaran tertentu.

Tapi secara pribadi, kegiatan gaya sinterklas ini pun tetap perlu untuk mengasah kepekaan. Betapa di sekitar saya masih banyak orang yang kesrakat, yang terhimpit oleh kesulitan ekonomi. Untuk urusan makan saja mereka kerepotan, apalagi pendidikan, kesehatan, hari tua…

Ah, bagaimana caranya supaya bangsa ini lekas bangkit dari kesulitan ya… Mengharapkan negara yang impoten seperti sekarang tidak mungkin. Mengharapkan pemerintah yang ompong juga omong kosong. Mmmhhh, bergandeng tangan yuk…